RSS Feed

Transformasi Brad Pitt

Hari ini karena bawa bekal makan siang ke kantor, jadilah makan siang depan computer sambil browsing-browsing berita ga penting.

Buka detik.com, enggak sengaja mata tertuju dengan berita headline ini:

Deasy Kitaro Akui Tertarik Pada Vicky Karena Mirip Brad Pitt

Penasaran sangat kaya apa tampang kembaran Brad Pitt yang bernama Vicky ini. Pas buka, saya hampir pingsan, siyok!

Tapi dasarnya saya yang gak terima, ingin memperkuat opini demi kepuasan pribadi, saya forwardlah berita tersebut ke teman-teman kantor grup ancur rusuh yang emang biasa sering kirim email-email sampah.

Dan tak lupa saya attach foto berikut ini untuk memudahkan mereka beropini:

brad

Tak lama berselang …. dalam waktu kurang dari 10 menit muncul jawaban :

Image

Ngahahahahahahha

*Postingan iseng di siang hari mumpung bos lagi ga di kantor*

Hadiah-Hadiah Menjelang Lebaran

Posted on

Satu hal yang saya syukuri bekerja di beberapa perusahaan yang mengikat karyawannya dengan  dengan hukum anti suap (Bribery Act). Dari tahun ke tahun menjelang Lebaran Season ini kami para karyawan harus menandatangani pernyataan untuk tidak menerima hadiah apapun dengan nominal tertentu dari mitra perusahaan.

Loh kok bersyukur gak boleh terima hadiah?

Padahal dulu waktu kecil saya takjub jika melihat ada saudara yang orang tuanya menjelang Lebaran menerima berbagai macam parcel dan hadiah Lebaran dari kolega-kolega kerjanya. Sempat terbersit alangkah bahagianya dipenuhi hadiah sebanyak itu.

3 kali saya kerja di perusahaan yang berbeda, di awal kontrak saya harus menandatangani pernyataan compliance terhadap Bribery Act. Dan perusahaan-perusahaan tersebut tidak pernah bosan dalam tahun ke tahun memberikan sosialisasi mengenai peraturan tersebut. Walhasil, kasarnya dengan doktrin yang selalu di cekokin seperti itu kepada karyawannya, saya selalu ketakutan jika ada Vendor  yang ngotot mau memberikan bingkisan lebaran.

Kenapa saya bersyukur sekarang?

Lingkungan yang seperti itu membuat saya merasa tidak banyak berharap atas pemberian orang lain. Mindset seperti itu ternyata membuat saya merasa ringan melangkah dalam hidup.

Rugi amat ya, kok ada orang yang ga suka hadiah?

Nope! Still I love present.

Dari tidak berharap akan pemberian orang lain, mendidik saya hanya mengharapkan hadiah dari Allah.

Dua  hadiah yang mebuat hati saya bahagia nggak karuan:

1. Hadiah dari Allah

2. Hadiah dari Suami

Dan bersyukurnya pula saya punya suami yang melarang keras dirinya dan keluarganya menerima hadiah dari manapun. Pernah beberapa kali saya harus menolak pemberian-pemberian dari para kolega suami. Dan di rumahpun kami melarang kerasa para staff yang bekerja dengan kami untuk menerima hadiah yang dtitipkan orang lain untuk kami.

Duh terus gimana donk dengan hadits Rosulullah berikut ini?:

Dari Thabrani meriwayatkan, dari Aisyah ra. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai”.

Kami melarang diri kami untuk menerima hadiah, tetapi kami senatiasa belajar untuk memberikan hadiah kepada keluarga dekat dan  kepada mereka yang membutuhkannya.

Suami mengajarkan saya satu prinsip:

“Jangan terima hadiah dari bawahan, jangan berikan hadiah kepada atasan tapi berilah hadiah kepada bawahan”

Kenapa?

I think you guys know the answer🙂

I really miss my hubby now …. hari ini dia pulang ke rumah setelah tugas 2 minggu, cyin!

*Abaikan kalimat terakhir, itu edisi jeritan hati yang galaw!* hahahaha

EID MUBARAK! SELAMAT IDUL FITRI 1434

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Seputar Kondangan Ganjen penuh semangat nasionalisasi :D

Posted on

Image

Hihihii gegara berkunjuang di blog jeung ini (again)…salah satu blog paporit deh sering bikin senyum-senyum sendiri ….

Tiba-tiba jadi terinspirasi pengen bikin postingan yang berbau kondangan…. karena kemaren juga abis kondangan ceritanya ….

Jadi ini sebetulnya adalah postingan akibat hormon kenarsisan sedang melunjak tinggi …. tolong dimaapkeun, pemirsah ……tapi intinya saya paling seneng untuk urusan kondangan ini semua berbau Indonesia …. merdeka!

Baju

Urusan baju pesta, saya paling senang yang gak bikin ribet, saya sukaa banget liat orang kalo pake kebaya, tapi justru saya paling menghindar pake kebaya kalo pesta, kecuali untuk seragam, apa boleh buat selain itu koleksi kebaya saya cuma segelintir itupun bule dari seragam kondangan semua😀. Gak kuat pake kaen dan korset nya itu bow! Badan bogel kaya saya ini agak susah memakai pakaian yang ngepas-ngepas body, ada keinginan ber-reinkarnasi jadi Hulk …makanya pilihan baju saya cenderung kepada gaun atau gamis … yang bikin perut saya bebas merdeka menggembul tanpa ada yang melihat, hahaha …

Baju kemarin yang yang saya kenakan dijait sama tukang jait langganan, dari tenun Bali dikombinasi dengan bahan cerutti, ga terlalu mahal insyaallah buat saya…(dibawah RP. 500.000 total bahan dan jaitnya)😀 …..mudah2an buat yang lainnya juga….

Kerudung

Nah, Sabtu siang sebelum kondangan malem, saya sama temen jalan-jalan shopping murmer di daerah Thamrin City, surganya belanja murah di Jakarta. Tapi hati-hati loh belanja disini, justru bikin jebol kantong kalo gak hati-hati…karena beli ini murah itu murah gak sadar, lama-lama jadi bukit, hehehe…. Kerudung ungu glitter itu saya peroleh dari  dengan harga RP. 25.000…ciput dalemannya seharga RP. 35.000 … Dan Brosnya juga harganya sekitar RP. 30.000 …good bargain bukan? Tetep gaya kan walo dengan harga murah?😀

Sepatu

Nah, jujur untuk urusan sepatu, saya mau gak mau selalu cari yang nyaman…which is ternyata emang agak pricey… saya suka pake High Heel tapi yang nyaman, kalo engga bakalan tersiksa … tapi sepatu yang saya pake made in Indonesia kok … brand nya Aveda … penampakannya kurang lebih seperti ini … saya gak sempet foto sepatu saya sendiri, karena postingan ini dibuat tanpa rencana … hehehe

Aveda ini sepatu made in Indonesia kebanyakan khusus untuk pesta. Saya beli sepatu ini kurang lebih 7 tahun yang lalu di salah satu mall di Bali, jujur ini agak pricey buat saya, waktu itu harganya RP. 650.000, belinya pun gara-gara gengsi. lagi2 itulah gengsi itu harus dibayar mahal ya ….tapi saya gak menyesal beli sepatu ini, setelah 7 tahun kondisinya masih bagus dan enak dipakai, untuk jadi among tamu pun berdiri agak lama sepatu ini terasa nyaman…*bukan blog berbayar loh* hehehe …saya sebut brandnya … karena ini made in Indonesia … harus disebar luaskan😀

Sedikit flash back cerita sejarah beli sepatu ini, waktu itu sehabis hunting motret di pantai Dream Land Bali, saya dan teman masuk ke mall, buat ngademin ketek ceritanya…Masuklah ke salah satu butik sepatu yang menarik saya, waktu itu kodisi saya pake sandal jepit penuh dengan pasir pantai….agak sedikit sakit hati diremehkan sama pramuniaganya, hahaha *salah sendiri ngegembel masuk butik sepatu*… si Pramuniaga lebih memilih melayani turis-turis Jepang yang saat itu berkunjung, saya berapa kali nanya harganya kurang diladeni … karena sakit hati, saya gak pake mikir beli sepatu dan bayar cash! Padahal setelah itu terkaing-kaing isi dompet bedol desa….😀

Tas/Clutch

Kalo tas saya gak akan banyak cerita, karena itu tas lungsuran dari kakak ipar dan lumayan pas dipake buat bajunya, tas nya branded, kalo dikasih sih gak nolak, tapi kalo beli sendiri males dan mulesss …😀

Make up

By Wardah😀 ….Murah, aman dan halal …made in Indonesia! Merdeka!

Good look = Expensive Look + Different Look

Posted on

ImageGara-gara reblog dari tulisannya mbakyu ini, saya jadi teringat percakapan dengan suami:

“Tadi pas aku ngajar, ada yang batiknya sama dengan aku”

“Do you mind Mas? kan ga harus selalu berbeda dengan orang lain, sesekali pake baju yang sama enggak apa-apa kan?”

“You’re right! That’s good thing!, mahasiswa saya juga seneng dikembari bajunya sama saya, tadi kita sampe foto bareng”

Jujurnya, untuk urusan baju dan penampilan (eciyehhh), suami menyerahkan sepenuhnya kepada saya. Terutama batik biasanya saya beli kain dan saya jaitkan, kebanyakan jika traveling ke daerah-daerah saya banyak membeli kain khas daerah kemudian saya jaitkan. Tapi pernah waktu jalan ke Thamrin City, saya belikan batik yang sudah jadi buat dia, bukan batik tulis. Tapi saya melihatnya motif dan warnanya bagus dan cocok dipakai suami. Resiko beli batik yang bukan tulis yang sudah jadi pastinya akan ada kemungkinan dikembari ketika di suatu event. But for me, does it really matter? Being different is something prestigious, huh? Unfortunately, not for me….

Saya paling sebel kalo lagi belanja sama temen, terus dimintain pendapat, bagus baju yang ini apa yang itu…. dan jawabannya:

“Bagus yang itu, lebih keliatan mahal, motifnya beda dan jarang yang punya”

Rrrrrr…….

Ok, the let’s define the formula:

Good look = Expensive Look + Different Look

Sepertinya rumus diatas berlaku di dunia ini.

Padahal saya berharap jawabannya seperti ini misalnya:

“Bagus yang itu, karena warna soft bikin kulit kamu lebih cerah”  atau

“Bagus yang ini, karena modelnya simple bisa dipake formal maupun informal”

Saya bukan mau mencitrakan diri saya yang sok humble, down to earth hingga nyungsep ke bumi or whatever!

Saya cuma sebel aja, kenapa sih banyak paradigma-paradigma yang kebanyakan dibuat masyarakat ini, pada akhirnya sering bikin susah dan rempong sendiri…. itu doank! Ciyusss!

You are not your stuff

Posted on

Sekarang saya selalu berusaha cari barang yg “brand” nya gak nampak …. So I am not belong to any level …

Sosiopat

Posted on

angel-devil-28978735Tadi siang ada temen kantor menarus 3 lembar kertas di meja saya.

“Baca deh!” katanya sambil senyum-senyum.

“Apaan sih?”

“Pokoknya lo baca dulu, terus kasih feed back ke gw ya”

Sumpah saya tadinya lagi sibuk gak ketulungan, tapi akhirnya tergoda juga gara-gara liat ilustrasi gambarnya yang menarik!

Well, artikel itu berjudul: SOSIOPAT

Buka link ini:

http://majalah.detik.com/cb/8a63ce93dbfc4aec1177f214bb38a318/2013/20130610_MajalahDetik_80.pdf

Baca halaman 67-70

 

 

Udah baca?

Sounds familiar? Deja Vous? kaya pernah kenal?

Hehehehe

Waktu temen saya yang kasih print out dari link tersebut, setelah saya membacanya…I screamed out!

“Gw kenaaaaaaaal ma ni oraaaaang! Ssshhhhhhhh..haaapiiiiiiiii!”

Temen saya tergelak!

Well, let say, kita punya temen yang asik buat diajak ngerumpi ngalor ngidul saban lunch, mingle bareng dalam kerjaan di kepanitiaan….pokoknya mayan asiklakh anaknya.

Mmmmm … mari kita kasih nama: Shintaloyo

Nah Shintaloyo ini punya bos cewe yang terkenal gahar kaya macan kumbang. Pokoknya semua anak buahnya dijadikan bagai kerupuk kena air kalo udah kena semprot sama si bos ini. Wong saya pernah denger dengan kuping saya sendiri pas salah satu dari anak buahnya di semprot dengan kata-kata seperti ini:

“PALELU BAU MENYAAAN!!!”

Ebuset! ini lagi di warung klontongan apaahh? Kasian amat itu menyan disamain baunya ama kepala dia, ngahahaha! Setan bakalan males dateng kalo ada yang bakar menyan :)))

Bahkan salah satu anak buahnya yang ehm, maaf Janda *saya selalu  berat menyebut status ini, makanya minta maa dulu, karena tau betapa sensitifnya menyandang status mulia tersebut*, pernah mendapat tamparan kata-kata seperti ini:

“Pantesan aja gak ada laki yang mau sama elo! model kerjanya aja kaya gini”

Nah kira-kira begitulah kejinya lebih keji dari Ibu Tirinya Kuntilanak ….masih bagus Kuntilanak kerjanya masih bisa ketawa mulu, yah?

Nah, si Shintaloyo ini seringkali menghibur kita dengan cerita-cerita kekejian bosnya dan bagaimana mereka terzolimi sebagai anak buahny. Akhirnyalah jadi nimbrung nimpalin dengan komen-komen yang gak kalah kejinya yang mengundang tawa cekikikan cekakakan gak karuan. Makin senanglah kita ngumpul dengan si Shintaloyo ini.

Ternyata oh ternyataaa ….

Si Shintaloyo ini sering mengadukan omngan-omongan jelek tentang bosnya kepada si bos tersebut!

Ematek deh! Langsung saya berusaha mengingat ingat saya pernah melontarkan kata-kata apa saja tentang si bos tersebut.

Akhir-akhir ini mulai terkuaklah betapa si Shintaloyo ini punya ambisi besar dalam karirnya, tapi dia lakukan dengan cara yang kurang baik. Sebagai teman dia menjelma menjadi teman ngobrol yang menyenangkan, tetapi dibalik semua itu, dia melaporkan semua kesalahan rekan kerjanya kepada si bos! Padahal kepada rekan kerjanya dia selalu menampakkan sikap empati jika terzolimi, tapi lama-lama mulai ketauan aslinya! Dan terjadilah berbagai macam chaos dalam tim kerjanya.

Yahhhh …. begitulah…dan saya pun baru tau jika karakater orang seperti ini dinamakan sebagai penyakit “Sosiopat”.

Pasti banyak kita menemukan tipe-tipe orang-orang seperti ini, manis di mulut…. tapi menikam di belakang …..kita sering mengenalnya sebagai munafik, atau bermuka dua, atau licik, pembohong dan sebagainya.

Ternyata karakter-karakter diatas merupakan sikap antisosial yang tergabung dalam satu penyakit yang namanya SOSIOPAT.

Mungkin ada baiknya kita pun sama-sama melihat kembali kedalam diri sendiri, apakah kita sedikit banyaknya mengidap penyakit sosial seperti ini? Mudah-mudahan bila kita menyadarinya dapat segera berbenah diri.

I told this to my self as well!

*Gambar dipinjem dari sini: http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photo-angel-devil-image28978735

Envy, how do you deal with it?

Posted on

tanduk wahabi

Iri, cemburu, dengki, sirik…. itu bukanlah suatu hal yang rendah sebetulnya …. dia tidak berpotensi mejadi hal yang rendah manakala kita bisa menaklukkannya untuk tidak keluar dalam bentuk prilaku dan ucapan kita.

Maksudnya?

Gini loh, siapa sih yang ga pernah mengalami perasaan iri, cemburu, dengki, sirik? Siapa hayo? kecuali anda malaikat yang dikirim buat jawab blog saya, hehehe. I think humans on earth do envy in their life. But only evils assign an envy to be an act.

MIsalnya, kita bersahabat, ada salah satu dari sahabat kita memiliki kehidupan yang terlihat indah sempurna, keluarga harmonis, finansial mapan, bisa traveling keliling dunia. Timbulah rasa iri terhadap apa yang dia miliki sementara kita tidak. That’s still human. Kemudian kita (eh, kita? elo kali?!?!, hihihi) berusaha mengakomodir rasa iri tersebut dengan mencibir keberuntungannya dan berusaha memberikan image jelek di publik, seperti: “Norak banget deh, isi FB dan TL nya penuh dengan cek in ke negara ini dan itu, kaya orang kampung aja yang ga pernah ke luar negeri, dasar OKB pamer!”. Well that’s an evil. See the difference?

Ingat loh, cemburu, iri, dengki adalah salah satu dosa awal Setan ketika Tuhan menciptakan manusia.

Terus gimana donk nahan rasa iri dengki supaya ga keluar dalam perbuatan setan? hehehe

Jujur saya juga pernah jadi setan, tapi berdasarkan pengalaman, menjadi setan itu membuat saya merasa malu terhadap diri sendir dan Tuhan pastinya. Ternyata kualitas diri ini sama aja dengan setan, hehehe.

Belajar dari pengalaman, saya mencoba menyadari bahwa setiap keberuntungan sudah ada porsinya masing-masing dan itu tergantung dari bagaimana usaha kita menjalani hidup.

Dan satu hal, saya berusaha men-challenge diri sendiri untuk tidak sombong dan mengakui kelebihan orang lain, dengan cara mengakui saja kecemburuan atau keirian diri sendiri terhadap orang tersebut, misalnya dengan mengatakan: “How lucky you are, saya iri banget kamu bisa jalan-jalan ke luar negeri, mudah-mudahan keberuntungan seperti kamu akan juga menghampiri saya suatu saat nanti, I am happy for you!.

Nah kalo kita jadi objek yang dicemburui, mendapat pernyataan seperti itu, kira-kira gimana reaksi kita?

Kalo saya mungkin saya akan menyemangati teman saya bahwa this can be possibly happen to any one, mungkin saya juga akan share gimana bisa jalan-jalan ke luar negeri dengan biaya murah, dll.

Well, ada hukum alam yang harus kita ingat: the more you grant the bad things, the more you’ll take the bad things and it’s vice versa!🙂

 

Note: gambar dipinjem dari sini: http://masdurohman.blogspot.com/2010/11/humor-tanduk-setan.html

notes from Qatar

Thoughts | Words | Dreams | Future

Ridha's Kitchen

Daily Food & Treats in D's Family

Dailynomous

Bukan Buku Harian Untuk Dituliskan Bukan Diabadikan

Amy's Note

Just try to speak up my mind and my feeling

Dunia Pagi

Karena di pagi harilah semuanya bermula

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Tukangecuprus

ngecuprus itu melegakan, entah bagi yang mendengarkan

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

Baginda Ratu

(... dalam istana kecil kami )

Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Roemah Kedoea

Sekelumit dari yang tersisa.............

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Dr. Margono M. Amir

My true experiences

danirachmat

duit dan hidup diobrolin santai

Making Memories

We don’t remember days, we remember moments

Kumpulanceritadahlia

Just another Kumpulanceritadahlia weblog

Bundarara's Weblog

Just another Mom of 2 son weblog

randomize of bengsin ...

foto .. gadget .. #crap .. its just about ...